Untuk melakukan dual-boot Windows Vista dan Windows XP, Anda harus punya partisi kedua atau harddisk kedua. Paling sedikit Anda harus punya 20 GB, tapi kami sarankan sebaiknya Anda punya 40 GB. Setelah membuat partisi kedua atau memasang harddisk tambahan, masukkan DVD Windows Vista, restart sistem, dan boot dari DVD tersebut. Windows Vista Setup akan mulai me-loading file. Beberapa saat kemudian, Anda akan melihat layar yang meminta Anda untuk memilih regional dan bahasa. Setting default adalah INSTALL NOW DAN AKTIVASI (1) Pada layar selanjutnya, Anda diminta untuk memulai proses instalasi. Untuk memulai, klik saja tombol Install Now. Pada layar selanjutnya, Anda akan diminta untuk memasukkan product key untuk aktivasi. Secara default, boks Automatically activate windows when I’m online dicentang; namun, jika Anda melakukan dual-boot Vista hanya untuk sementara sebagai percobaan, tapi berencana ingin menginstalasinya sebagai operating system utama begitu Anda puas melihat performanya Anda bisa men-disable proses aktivasi otomatis. INSTALL NOW DAN AKTIVASI (2) Meskipun di-disable, Anda tetap bisa menginstalasi Windows Vista dan menggunakannya secara normal selama 30 hari. Jika tetap ingin menggunakan PILIH EDISI Karena tadi kita tidak memasukkan product key, Setup tidak tahu edisi mana yang dibeli dan meminta Anda untuk memilih salah satu dari ketujuh edisi pada disc. Karena di sini kami menggunakan edisi Basic, kami pilih edisi tersebut, dan mengklik Next. Pada layar selanjutnya, Anda akan melihat Microsoft Software License Terms dan diminta untuk membaca keseluruhan isinya. Namun, kecuali Anda sangat curiga Anda bisa langsung mencentang (_) boks I accept the license terms dan klik Next. Jika Anda booting dari DVD, pada waktu sampai di bagian Which type of installation do you want?, satu-satunya pilihan adalah Custom (advanced). Untuk melanjutkan, klik saja icon Custom. PILIH LOKASI INSTALASI Pada waktu sampai di bagian Where do you want to install Windows?, Anda akan melihat partisi kedua atau harddisk kedua. Di sini kita instalasi Windows Vista pada partisi kedua. Setelah memilih partisi atau harddisk, klik Next, dan proses instalasi selanjutnya akan berjalan seperti biasanya. Oleh karena itu, kita tidak membahasnya lebih jauh di sini. Setelah instalasi selesai, Anda akan melihat Windows Boot Manager. Anda bias booting dari Windows XP (ditulis sebagai Earlier Version of Windows) atau Windows Vista. Menu ini akan tampil pada layer monitor selama 30 detik sebelum Windows Boot Manager menjalankan operating system default, yaitu Windows Vista. ATUR BOOT MANAGER (1) Perlu dicatat bahwa karena tadi kita menginstalasi Windows Vista tanpa melakukan aktivasi, Windows Vista akan tetap memantau masa trial Anda pada layar dan menampilkannya pada properties System. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Windows Boot Manager akan tampil pada layar monitor selama 30 detik sebelum menjalankan operating system default-Windows ATUR BOOT MANAGER (2) Selanjutnya, klik link Advanced system settings pada Task pane dan iya-kan UAC prompt. Pada waktu Anda melihat kotak dialog System Properties, klik Settings di bagian Startup and Recovery. Anda akan melihat kotak dialog Startup and Recovery. Pada bagian System startup, klik daftar dropdown untuk mengganti operating system default dan gunakan tombol spin untuk mengatur lamanya menu tampil sebelum menjalankan operating system default.
Apakah Anda sangat tertarik untuk mencoba Windows Vista, tetapi belum siap untuk meninggalkan Windows XP? Lakukan saja dual-boot untuk mencoba Windows Vista.
Tahukah Anda, Windows Vista dapat ‘dibunuh’ seketika dengan menekan kombinasi sederhana dari keyboard?
Dilansir Softpedia, untuk mematikan Windows Vista yang sedang berjalan bukan trik yang sulit. Dengan menekan tombol Windows bersamaan dengan huruf “E” selama lebih dari 30 detik, sistem operasi akan mulai bereaksi aneh dan akan terus-terusan membuka window baru yang tak terhentikan.
Sebenarnya, kombinasi tombol ‘Windows’ dan huruf ‘E’ digunakan untuk membuka jendela Windows Explorer baru.
Cara untuk ‘menyembuhkan’ problem ini satu-satunya adalah dengan ‘membunuh’ windows atau dengan melakukan reboot atau me-restart Windows Vista Anda.
“Perlu jutaan dolar untuk membuat Windows Vista aman dan stabil, tetapi hanya butuh 2 tombol dan beberapa detik untuk membuat Windows Vista menjadi crash,” ujar penulis TechTicles.com yang juga menemukan permasalahan ini.
Soal keringkihan sederhana Vista ini telah diteruskan ke Microsoft. Namun raksasa software yang bermarkas di Redmond ini belum berkomentar banyak soal hal tersebut.
Timbul pertanyaan besar, apakah problem ini sebuah keringkihan keamanan, atau hanya sebuah bug yang sangat sederhana?



